Selasa, 16 Oktober 2012

BIOLOGI UMUM




MAKALAH
BIOLOGI UMUM

DI
SUSUN
O
L
E
H
KELOMPOK
            1.      MAULINA
            2.      RISKA
            3.      MISRAINI
            4.      HUSNA WATI










VAKULTAS TARBIYAH
 MUHAMMADDIYAH ACEH
BANDA ACEH
TAHUN AJARAN
2012-2013




Bismilahirahmanirahim,
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis Makalah ini dapat diselesaikan.
selawat bernada salam,kami sanjung sajikan kepada kepangkuan nabi besar Muhammad SWT,dengan adanya rasulullah,alhamdulillah sampai saat ini kami dapat menyusun makalah ini.
Makalah ini kami buat berdasarkan buku penunjang yang miliki.dan untuk mempermudahnya kami juga menyertai berhubungan dengan kemajuan kedepan.Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini.
Dalam penulis makalah ini, penulis memperoleh bantuan serta bimbingan dari pihak lain, untuk itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1.      Ibu DRH.Aminah Selaku Guru Pembimbing
2.      Orang yang telah memberikan doa dan motivasinya.
Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.


                                                                        Panton Labu, 15 Oktober 2012


                                                                                              Penulis,




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.
Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. Ada hal-hal yang masih menjadi misteri. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya \ dengan berbagai teori dan percobaan. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan, maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan.

B.     Rumusan Masalah
·        Perkenalkan pengertian biologi, biologi sebagai bagian dari IPA, dan sejarah perkembangan biologi.
·        Bagaimana teori asal usul kehidupan menurut teori Abiogenesis dan Biogenesis?

C.    Batasan Masalah
Makalah ini cukup penulis batasi tentang masalah yang telah disebutkan pada rumusan di atas.





BAB II
PEMBAHASAN
BIOLOGI UMUM

A. Memperkenalkan Biologi
1)      Pengertian Biologi
Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah "biologi" dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Istilah "ilmu hayat" dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti "ilmu kehidupan". Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya.
Berbagai cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Perbedaan-perbedaan dan pengelompokan berdasarkan ciri-ciri fisik kelompok organisme dipelajari dalam sistematika, yang di dalamnya mencakup pula taksonomi dan paleobiologi.
Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.
Mempelajari tentang makhluk hidup berarti mempelajari tentang ilmu Biologi. Banyka yang bilang bahwa Biologi jauh lebih sulit daripada ilmu eksak lainnya seperti Matematika, Fisika serta Kimia. hal itu karena cakupan Biologi yang sangat luas serta multikompleks yang disebabkan karena Biologi berhubungan juga dengan ragam cabang ilmu lainnya. Sehingga dengan kata lain, untuk menguasai ilmu Biologi kita juga harus menguasai cabang ilmu lain yang berhubungan dengan ilmu Biologi itu sendiri.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi Biologi:
  • CAMPBELL, REECE, MITCHELL
Biologi adalah ilmu yang paling sulit dari semua bidang sains, sebagian karena sistem mahluk hidup sangatlah kompleks dan sebagian karena Biologi adalah ilmu multidisiplner yang membutuhkan pengetahuan Kimia, Fisika, dan Matematika
  • RIKKY FIRMANSYAH, DKK
Biologi merupakan ilmu pengetahuan makhluk hidup dan kehidupannya
  • OMAN KARMANA
Biologi merupakan ilmu yang dapat menunjang ilmu-ilmu lainnya dalam memecahkan suatu permasalahan 
  • WIJAYA JATI
Biologi merupakan sains mengenai makhluk hidup. Biologi menitikberatkan kajian ilmu mengenai makhluk hidup dan kehidupannya
  • DESWATY FURQONITA & M. BIOMED
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari dan mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup 
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya
  • FIKTOR FERDINAND P & MOEKTI ARIWIBOWO
Biologi adalah ilmu tentang makhluk hidup beserta lingkungannya. Biologi memiliki cabang - cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik lagi tentang makhluk hidup
  • FUAD IZZUDIN & TAJUDIN
Biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup beserta masalah - masalah yang menyangkut hidupnya
  • BAGOD SUDJUDI & SITI LAILA 
Biologi merupakan bagian dari sains yang mengkaji tentang makhluk hidup dan lingkungannya
  • MANIAM & AMI S
Biologi adalah ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas sehingga untuk mempermudah mempelajarinya, Biologi dibagi ke dalam berbagai cabang ilmu sesuai dengan objeknya
2)   Biologi Sebagai Bagian dari IPA
Biologi berasal dari kata BIOS = HIDUP,  LOGOS = PENGETAHUAN. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari tentang mahluk hidup.  Jadi Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling dekat dengan kehidupan. Biologi merupakan bidang ilmu yang luas, bagian dari IPA serta berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain contohnya fisika, kimia. Geografi
Biologi termasuk dalam ilmu Sains. Sains adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena-fenomena atau kejadian-kejadian di alam untuk mempelajari alam apa adanya.
Ciri-ciri ilmu pengetahuan alam (SAINS) termasuk biologi yaitu:
1.      Objek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera
2.      Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata)
3.      Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku
4.      Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat induktif  berarti berpikir dengan menarik dari hal-hal umum menjadi khusus
5.      Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif)
6.      Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan.
Berdasarkan karakteristik diatas biologi dapat dikatakan sebagai sains apabila memiliki suatu metode. Dalam hal ini biologi memiliki suatu metode yaitu metode ilmiah.
·                                            Metode Ilmiah
Biologi merupakan cabang sains yang mempelajari berbagai permasalahan makhluk hidup, dan untuk mempelajari melalui proses dan sikap ilmiah ini sebagai konsekuensi biologi. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah akan memperoleh produk ilmiah. Dalam mempelajari sains terdiri dari 3 komponen yaitu :
a.       Sikap ilmiah
Merupakan sikap yang harus dimiliki untuk berlaku obyektif dan jujur saat mengumpulkan dan menganalisa data.
b.      Proses ilmiah
Merupakan perangkat ketrampilan kompleks yang digunakan dalam melakukan kerja ilmiah. Proses ilmiah dapat dilakukan dengan pendekatan ketrampilan proses dapat diklasifikasikan.
Sebagai bagian dari IPA, BIOLOGI mempunyai bidang kajian tersendiri yang berbeda dengan bidang kajian fisika maupun kimia. Meskipun demikian, kemajuan Biologi tidak terlepas dari dukungan bidang IPA / ilmu lainnya. Karakteristik khusus biologi berbeda dengan ilmu lainnya dalam hal obyek, tema persoalan, dan adanya tingkat organisasi kehidupan . Berdasarkan Biological Science Curriculum Study (BSCS)


3)      Sejarah Perkembangan Biologi
Pada awal 1600 ditemukan mikroskop cahaya berlenda tunggal oleh antonie van Leeuwenhoek. Penemuan tersebut telah membantu munculnya berbagai penemuan biologi lainnya. Pada abad ke-18 terjadi proses vaksinasi yang pertama kali dilakukan oleh Edward Jenner (inggris) terhadap anak penderita cacar. Pada abad tersebut juga, Louis Pasteur (prancis) telah mengembangkan bakteriologi. Robert Koch (jerman)  menemukan metode pengembangbiakan bakteri di laboratorium yang penting untuk penelitian penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Dalam perkembangannya, biologi selalu berhubungan dengan ilmu pengetahuan lain, seperti matematika, fisika, kimia, ekonomi, dan geografi. Biologi berkembang karena rasa ingin tahu manusia dalam merespons gejala-gejala alam. Biologi merupakan ilmu yang paling tua di bumi. Kamu tentu memahami bahwa manusia pertama harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai hewan dan tumbuhan di sekitarnya. Mereka harus mengerti tanaman apa yang aman dimakan dan yang beracun, hewan apa yang aman diburu dan hewan buas. Bahkan sebelum manusia purba hidup menetap, mereka telah mulai menjinakkan hewan dan bercocok tanam. Dalam kegiatan ini mereka mulai mengamati jenis-jenis makhluk hidup dan lingkungannya.
Petunjuk sejarah perkembangan biologi dapat diperoleh dari situs Assyria dan Babilonia (tahun 3500 SM). Dari gambar-gambar dan sisa-sisa peninggalan sejarah, diketahui bahwa penduduk Assyria dan Babilonia telah bercocok tanam dan mengenal ilmu pengobatan. Mereka telah mengetahui reproduksi tanaman palem dan menunjukkan bahwa pollen berasal dari tanaman jantan yang digunakan untuk menyerbuki tanaman betina. Mereka juga mulai mempelajari anatomi untuk tujuan pengobatan.
Bangsa Mesir mulai mempraktikkan biologi dan ilmu pengobatan sejak tahun 2000 SM. Kamu tentu ingat kebiasaan mereka mengawetkan mayat (mumi) dengan ramuan sejenis balsam yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Bagaimana mungkin mereka dapat melakukannya tanpa pengetahuan yang baik mengenai tumbuh-tumbuhan. Bangsa Cina kuno juga telah mengenal berbagai tanaman obat sejak 2800 tahun SM. Selain telah membudidayakan ulat sutra untuk menghasilkan kain sutra, mereka juga telah mengenal berbagai jenis serangga, termasuk perkembangbiakan dan cara-cara memberantas serangga. Reruntuhan di Mohenjodaro menunjukkan bahwa sejak 2500 SM penduduknya telah mengenal pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang. Mereka bercocok tanam gandum, barlei, kapas, sayuran, melon, dan buah-buahan lain. Sebuah dokumen yang ditemukan pada situs peninggalan bersejarah itu menunjukkan bahwa mereka telah memanfaatkan sekitar 960 jenis tanaman untuk pengobatan. Dokumen itu juga berisi berbagai informasi tentang anatomi, fisiologi, patologi, dan ilmu bedah.
Meskipun bangsa Babilonia, Assyria, Mesir, Cina, dan India kuno telah mengenal biologi, kebanyakan pengetahuan itu selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat supranatural. Contohnya adalah mereka membedah hewan bukan untuk mengetahui struktur organ, tetapi untuk meramal massa depan atau memberi persembahan kepada dewa. Biologi yang dipelajari sebagai ilmu pengetahuan dimulai oleh bangsa Yunani. Ahli filsafat Yunani mempercayai bahwa setiap kejadian mempunyai sebab dan akibat. Hukum yang disebut hukum kausalitas ini telah mendorong dilakukannya berbagai penyelidikan ilmiah. Mereka juga mempercayai hukum alam yang mengatur kehidupan yang dapat dipelajari manusia karena kemampuannya dalam mengamati dan mengambil keputusan. Sejak saat itu biologi mulai dikembangkan secara rasional. Ilmuwan Yunani kuno yang telah berjasa mengembangkan biologi antara lain Thales, Anaximander, Hippocrates, Aristoteles, dan Theophrastus.
Aristoteles yang hidup pada pertengahan abad ke-4 SM memberi perhatian yang besar terhadap berbagai ilmu termasuk biologi. Aristoteles memperkenalkan dasar-dasar taksonomi yang masih dipakai hingga saat ini. Beliau mengelompokkan hewan menjadi hewan berdarah dan hewan tidak berdarah. Hewan berdarah mencakup kelompok mamalia, burung, amfibi, reptil, dan ikan. Hewan tak berdarah dibagi menjadi kelompok Cephalopoda, udang-udangan, serangga, dan Testacea yang terdiri dari hewan-hewan kecil. Penelitiannya yang lain menunjukkan bahwa hewan mempunyai paru-paru, bernapas dengan udara, berdarah panas (suhu tubuh tetap meskipun suhu lingkungan berubah), dan menghasilkan keturunan. Temuan Aristoteles yang penting adalah pengetahuan tentang reproduksi dan hereditas, termasuk teori abiogenesis yang menyatakan bahwa asal-usul kehidupan berasal dari benda tak hidup atau generatio spontanea yang dipercayai begitu saja oleh bangsa Yunani pada saat itu. Aristoteles juga berpendapat bahwa semua makhluk hidup mempunyai struktur dan fungsi yang disesuaikan dengan perilaku dan habitatnya. Dalam klasifikasi hewan beliau menyarankan untuk menggunakan struktur eksternal sebagai dasar pengelompokan serta menunjukkan pentingnya struktur homologi dan analogi organ-organ hewan yang menjadi dasar perkembangan ilmu anatomi komparatif.
Di wilayah Arab, biologi mengalami kemajuan pesat berkat sumbangan pemikiran para ahli seperti Al Jahiz yang menuliskan pengetahuannya tentang binatang dan Ibnu Sina yang banyak berjasa mengembangkan ilmu kedokteran, obat, dan pengobatan. Pada abad ke-12 pengetahuan tentang tumbuhan disatukan menjadi botani dan dipisahkan dari pengetahuan yang mempelajari hewan, perburuan, dan ilmu bedah (disebut zoologi). Perkembangan biologi selanjutnya terjadi di berbagai bangsa dan melahirkan tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci, Otto Brunfels, Leonhard Fuchs, Pierre Belon, dan sebagainya.
Ketika mikroskop ditemukan oleh Leeuwenhoek pada abad ke-17, dimulailah kajian biologi dengan objek yang berukuran mikroskopis yaitu sel dan mikroorganisme. Sejak saat itu perkembangan biologi mengalami kemajuan yang pesat, ditunjukkan dengan berkembangnya teori-teori kehidupan yang baru dan munculnya cabang-cabang biologi yang baru seperti embriologi dan mikrobiologi. Tokoh-tokoh yang berjasa mengembangkan biologi pada saat itu adalah Roobert Hooke, Fransisco Redi, Lazzaro Spallanzani, dan Louis Pasteur. Karena makhluk hidup yang ditemukan semakin banyak, John Ray dan Carolus Linnaeus pada abad ke-17 dan 18 mengusulkan suatu sistem klasifikasi yang bersifat universal, dapat berlaku baik untuk hewan maupun tumbuhan. Mereka memperkenalkan sistem klasifikasi baru berdasarkan takson-takson. Sistem klasifikasi inilah yang digunakan sebagai rujukan sistem klasifikasi modern.
Ketekunan dan keuletan para ahli telah mengembangkan biologi menjadi ilmu modern yang maju dan cakupan yang luas. Perkembangan biologi tidak terlepas dari perkembangan ilmu yang lain seperti kimia dan fisika. Ketika ditemukan peralatan yang lebih canggih seperti mikroskop elektron dan metode analisis yang lebih sensitif pada abad ke-19, kajian biologi menjadi semakin luas karena objek biologi mulai dikaji secara molekuler. Biologi memberikan sumbangan yang penting bagi kesejahteraan manusia karena biologi mendasari perkembangan ilmu terapan seperti pertanian, peternakan, kedokteran, kesehatan, industri, farmasi, dan sebagainya.

B. Pengertian Kehidupan
1)      Teori Abiogenesis (Generasi Spontanea)
            Aristoteles (384-322 SM), seorang ahli filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani kuno lebih dari 2000 tahun yang lalu, mengemukakan konsep bahwa kehidupan berasal dari benda mati. Teori ini di kenal dengan nama generatio spontanea atau teori abiogenesis. Dari hasil penelitian Aristoteles tentang hewan-hewan yang hidup di air, ternyata ikan-ikan tertentu melakukan perkawinan, kemudian bertelur. Dari telur-telur tersebut lahir ikan-ikan yang sama dengan induknya. Akan tetapi, ia juga percaya bahwa ikan-ikan tertentu terbentuk dari lumpur. Contoh orang yang percaya teori abiogenesis adalah Needham, seorang ilmuan inggris. Needham  (1700) melakukan penelitian dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit lalu memasukkannya dalam botol dan ditutup dengan gabus. Setelah beberapa hari ternyata tumbuh bakteri dalam kaldu tersebut. Oleh karena itu, needham menyatakan bahwa bakteri berasal dari kaldu. Namun, teori needham ini lalu dipatahkan oleh L. Spalllanzani.
            Pada abad ke-17, Antony van leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop. Dengan menggunakan mikroskop ia menemukan adanya benda-benda yang sangat kecil dalam setetes air rendaman jerami. Penemuan Leeuwenhoek ini merangsang kembali para peneliti lainnya untuk membuktikan kebenaran dari teori generatio spontanea, bahwa makhluk hidup berasal dari benda-benda mati.

2)      Teori Biogenesi
            Eksperimen terkenal yang menentang teori abiogenesis dilakukan antara lain oleh Francesco Redi (Italia), Lazzaro Spallanzani (Italia), dan Louis Pasteur (Perancis).
  1. perecobaan Francesco Redi
Francesco Redi (1626-1698), seorang fifikawan penelitian untuk membantah teori generatio spontanea. Dia melakukan serangkaian penelitian menggunakan daging segar. Redi memperhatikan bahwa ulat akan menjadi lalat dan lalat selalu terdapat tidak jauh dari sisa-sisa daging. Pada penelitiannya, Redi menggunakan keratin daging segar yang diletakkan dalam 3 wadah (tabung). Perhatikan percobaan Redi pada gambar 4.11.
            Wadah I diisi sekerat daging segar dan dibiarkan terbuka. Wadah II diisi sekerat daging segar lalu ditutup dengan kain kasa yang berlubang-lubang.
Ketika daging membusuk, datanglah lalat disekitar wadah. Beberapa hari kemudian, pada daging wadah I terlihat cukup banyak belatung. Beberapa ekor belutung juga terdapat di atas permukaan kain kasa wadah II.


           
Dari percobaan tersebut, Redi membuktikan bahwa belatung tidak terbentuk dari daging yang membusuk, melainkan bersal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan ketika lalat-lalat mengerumuni daging membusuk dan permukaan kain kasa.
            Percobaan Redi membuktikan makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati, tetapi semua makhluk  hidup terbentuk oleh makhluk hidup juga. Hipotesis yang menyatakan makhluk hidup hanya berasal dari sesuatu yang hidup tersebut teori biogenesis.

  1. Percobaan Spallanzani
Pada tahun 1765, seorang biologiwan Italia yang bernama Lazzaro Spallanzani, melakukan percobaan yang berlawanan dengan teori Needham. Spallanzani menyatakan bahwa Needham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua oranisme terbunuh dan Needham juga tidak menutup leher tabung dengan rapat sekali sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh.
Dari percobaan yang dilakukannya, Spallanzani menyimpulkan bahwa, timbulnya suatu kehidupan hanya mungkin jika telah ada suatu bentuk kehidupan sebelumnya. Mikroorganisme yang terdapat dalam kaldu percobaan timbul karena adanya mikroorganisme yang telah lebih dulu tersebar di udara.



  1. Percobaan Louis Pasteur
Seorang biologiwan bernama Louis Pasteur pada tahun 1864 melakukan percobaan  menggunakan tabung berleher angsa. Pasteur sendiri menyakini bahwa sebuah sel pasti berasal dari sel lainnya. Dalam percobaan menggunakan tabung berleher angsa, Pasteur merebus kaldu hingga mendidih, kemudian  mendiamkannya. Pada prinsipnya, udara mampu masuk ke dalam tabung, namun partikel debu akan menempel pada lengkungan leher angsa tersebut, air kaldu di dalam tabung kemudian di tembuhi oleh mikroba. Hal ini membuktikan bahwa kehidupan juga berasal dari kehidupan sebelumnya. Perhatikan percobaan Pasteur pada gambar 4.12.


\
Setelah di tumbangkannya teori abiogenesis atau generatio spontanea oleh Louis Pasteur, maka berkembanglah teori biogenesis dengan pernyataannya yang terkenal : “omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo”, yang artinya kehidupan berasal  dari telur, dan telur berasal dari kehidupan. Atau disebut juga “omne vivum ex vivo”, yang artinya, kehidupan berasal dari “kehidupan sebelumnya”.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah "biologi" dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Istilah "ilmu hayat" dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti "ilmu kehidupan".
Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains.
Berdsarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa masing-msing para ahli ilmu pengetahuan alam memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai asal usul kehidupan sesuai dengan eksperimen-eksperimen yang telah dilekaukannya.
Masing-masing pendapat tersebut didasrkan oleh percobaan yang telah dibuktikan sendiri oleh para ahli  tersebut. Dan berdasarkan percobaan yang telah dilekukan tersebut masing-masing memiliki kelemahan-kelemahan sehingga masing-masing teori yang dipaparkannya saling melengkapi satu sama lain


DAFTAR PUSTAKA

·        Sudarno.1994.Biologi.Surakarta:PT Pabelan Surakarta
·        American Chemical Society (2005, April 7). DNA With Three Base Pairs – A Step Towards Expanding The Genetic Code. ScienceDaily. Retrieved May 17, 2011, from
·        Cairns-Smith, A.G. 1985. Seven Clues to the Origin of Life: A Scientific Detective Story. Cambridge: Cambridge UP.
·        David E. Bryant, Katie E. R. Marriott, Stuart A. Macgregor, Colin Kilner, Matthew A. Pasek, Terence P. Kee. On the prebiotic potential of reduced oxidation state phosphorus: the H-phosphinate-pyruvate system. Chemical Communications, 2010; 46 (21): 3726 DOI: 10.1039/c002689a
·        Doi et al. Artificial DNA Made Exclusively of Nonnatural C-Nucleosides with Four Types of Nonnatural Bases. Journal of the American Chemical Society, 2008; 130 (27): 8762 DOI: 10.1021/ja801058h

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

    • Popular
    • Categories
    • Archives